Halaman


Rabu, 28 Desember 2011

5 Kawan

Aku punya Empat orang teman, sebutannya Uci', Banyu, Tante, Ba'po...........mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing............
di Skul biasanya kami sering bersama, namun tak dipungkiri kami juga kadang bersama teman2 kami yang lain. semua tak ada yang protes, saling menghormati kunci utamanya. dan mengenang masa-masa itu.......Indah.........

Uci'.......... kupikir dia orang chinese, eh, ternyata jawa. mutasi ke surabaya setelah lulus smp. anaknya manjaaaaa banget....... bsa dibilang cengeng jg ce....hehehehe...( g boleh protes...emang bener koq...). Dia teman sebangku ku, awalnya aku duduk sendiri, dan dia duduk sendiri jg. terbesit dalam hati tuk bisa duduk di bangku kosong sampingnya cz gak enak sendirian, pas dia noleh, eh diajak gabung. So, punya teman sebangku deh...... masalh pelajaran eksak... dia jago lho..... bisa dibilang aku paling deket sama dia dripda yg lain. O,iya, dia itu gak suka sama kue basah gtu........ sukanya kue kering....... so, klo' Ba'po msak kue basah........pasti deh jatahnya ummu yg embat.......... hahahahaa....... skrg dia udah nikah.............. Mg cepet jadi Mami ya Ci'.......

Banyu............ si Hitam Manis yang suka basket ini jawa banget............... bahasa jawa krama-nya......... waduuuuuhhhh......... mantap........... klo ada yang ngomong krama jawa, pasti deh banyu yang di jadikan translater ma yang laen........hehehhehe............... skrg Banyu udah lulus kuliah...... dan siap tuk kerja............ semangat Yu...........

Tante............. Nah, ini nih yg ngasih julukan buat tmn2nya...... cerewet, lucu, girly........... tpi kdang rsuka gak mudeng.......... klo dah gitu yg laen pasti dongkol ma sikapnya.......... hehehehhe
suka bgt sama warna pink.... manja jg..... maklum anak cewek satu2nya dri 2 bsodara........... msh ngerjakan skripsi ni cewek...... Semangat tante....

Ba'po.............. Ni cewek paling tinggi diantara kami, suka olahraga jg.... anggota Paskib........ pinter masak........ keluarga koki siiihhhhh........ pernah dia buatin pizza bikinan dewe........krna uci' gak suka uum deh ketiban rejekinya............pas Valdays dia jg bikinin coklat buat kita2......dia jg kemaruk sama bahasa2..... Inggris, perancis, trus apa ya...... pokoknya ni cwe' sneng bgt blajar bahasa......... cm dia aja yg tinggal di luar kota diantara kami berlima........... miss u Ka....

Dan Aku.......... Munik........... itu tante yg ngasih sebutan......waktu kutanya kenapa gtu.... ktnya singkatan dri kata terakhir nama ku umMu haNik... jadinya MUNIK......... aku ce cm bisa gleng2 kpala aja ma sebutan itu........

huuuuuuu.......... Guys.....Miss U So Much.............

Jumat, 23 Desember 2011

Sehati tak Sebahasa ( Duet 2 Rasa )

kau bersajak melalui hatimu.....
dan aku pun mendengar dengan kalbuku.....
Ungkapan rasa yang kelam dalam hidup kita....
hampir serupa namun beda masa.....
kau dengan perasaanmu......
dan aku dengan perasaanku.....
bercengkrama bagai nyanyian burung bersahutan.....
berharap tuk saling mencurahkan yg kita rasakan....
mngkn orang bilang ini berlebihan...
tapi dari kata lebih itulah bisa menjadi kesempurna'an.....
kicauan hati bagai alunan musik.....
yang terbiasa diengar oleh kebanyakan orang.....namun tak semuanya bisa merasakan seperti apa yang kita rasakan....

 ***_____***

Malam ini kutuangkan rasaku dalam catatan maya. Melepas gundah yang ada.
Ku share pada seorang sahabat yang serasa.
Mungkin orang lain tak bisa mengerti, tapi ia mengerti.
Cukup kutuangkan rasa ku, beralih ku pada rasanya.
Speechless, melihat indahnya kekuatan kata, kami bertukar rasa.
Banyak makna dalam berbagi, canda, tawa, juga lara.
Kami punya rasa yang sama, walau beda tutur bahasa.


by : Cerita Cinta AnjaL'z with Umik Khoyyaty






Kamis, 22 Desember 2011

Sekelumit Pinta dari Sahaya

Rabbi............
Tetapkan hatiku agar aku tak takut kehilangan
Kehilangan apa pun yang aku miliki
Rabbi............
Aku tak pernah ingin ia kembali
Karna bukan hakku tuk memintanya
Rabbi...........
Jauhkan aku darinya
Karna bukan hakku tuk dekat dengannya
Rabbi...........
Semakin dia di dekatku
Semakin sakit yang kurasa
Bukan ku putus tali silaturahim-Mu
Namun, itu yang terbaik kurasa
Walau entah apakah baik disisi-Mu

Catatan at Padusan, Pacet (Bag.1)

Minggu, 18 Desember 2011
Hari ini aq seneng banget, bisa kembali ke Pacet setelah beberapa tahun tak berkunjung ke sana.
Menemani anak2 pramuka membuatku teringat saat SMP kemah disitu. "Kaya' apa ya pacet sekarang?" batinku.
Setelah diberi pengarahan........sekitar pukul 08.00 kami berangkat dengan 2 mobil disang. aku bersama anak2 putra dan beberapa guru yg mendampingi. di tengah perjalanan kami menyanyikan lagu2 pramuka tuk menambah semangat plus mencegah mabuk ( gak percaya??? coba aja!!!). setelah melewati beberapa tempat, saatnya melewati sungai brantas.
Jembatan pertama, aku menyebutnya. dulu, kalau aku mau ke rumah kakek-ku yg di pacet. cara mengetahui mau nyampe' ya jembatan brantas ini. klo udah lewat jembatan ini berarti tinggal satu jembatan kecil, setelah itu disambut gerbang kawasan wisata Pacet deh ( itu lho kaya' gerbang kawasan wisata sunan Ampel.
Sampai di daerah pacet, suasana pedesaan mulai terasa.......... anak2 yg biasanya hanya melihat bangunan gedung bertingkat takjub melihat pemandangan disekitarnya, hijau euy.....
"ini belum seberapa, lihat aja nanti kalo' udah nyampe'? lebih bagus." ujarku.


"Jembatan Pertama" di atas sungai Brantas






  
Rombongan kami sampai di tempat parkir sekitar pukul sepuluh, rasa capek sudah tak terasa saat melihat warna hijau dimana2..... udara dingin juga sudah mulai terasa.
Saatnya anak2 berbaris sebelum menuju Padusan. setelah itu....... waktunya......
naik..........naik.......... bukan ke puncak gunung lho.......... klo' mau ke padusan kan jalannya nanjak....



Waktu naik, wuuuiiiiihhhh........pemandangannya............ Subhanallah.........


Nyampe' di lokasi.... Subhanallah....... um nyampe' sini lagi....jadi terharu....... Hutan pinus, udara segar, gemericik air sungai, dimana-mana tanaman dan pohon yang rindang........ jadi kangen teman2 SMP yang dulu pernah ikut perkemahan di sini.










Saatnya makan siang......... belum lama menggelar tikar......... eh.... hujan turun lebat banget. So, semuanya langsung menuju bangunan berbentuk pendopo yang ada di dekat lokasi.
anak2 kembali meneruskan makan siang mereka, ditemani air hujan yang menerobos masuk melalui celah genteng pendopo.... alias bocor.... hehehe...
karena ini pengalaman pertama mereka makan dengan suasana tidak nyaman seperti itu, banyak yang mengeluh. Kakak pembina dan guru pendamping menerangkan kepada mereka beginilah hidup, kadang menghadapi suasana enak dan tidak enak. Nikmati dan bersyukur atas apa yang ada.
aku pun juga menambahkan kalau apa yang mereka alami tak separah waktu pengalaman berkemah di sini beberapa tahun yang lalu. So, anak2 bersemangat kembali....


melepas lelah selama perjalanan




suasana makan ditemani hujan
 
 
Bersambung ke Catatan at Padusan, Pacet (Bag.2).............................


Sabtu, 17 Desember 2011

Ku benci hadirmu

Saat aku berkutat dengan lautan kertas dan angka
muncul namanya
membuat ku merasa tuk benci melihatnya
tak ingin ku bertemu dia
namun, hatiku sakit
melihatnya, mengingatnya
aku benci rasa ini datang
sudah cukup ku rasa
mengapa kau tak bisa enyah dari hatiku
mengapa kau tak pernah bisa hilang dari ingatan ku
aku tak bahagia kau ada
ku benci hadirmu

Minggu, 11 Desember 2011

CATATAN HUJAN

Tadi...... Hujan turun sangat deras
aq dan seorang teman mengurungkan diri untuk pulang dari sebuah mall.
kami pun mencari tempat istirahat sembari menunggu hujan reda.
Namun, hujan tak kunjung reda sampai sekitar pukul 20.00
Di pintu mall banyak orang berteduh, mungkin mereka menunggu hujan reda untuk pulang.
Aku melihat ke arah beberapa anak sedang menawarkan payung kepada orang-orang
melihat mereka basah kuyup dan kedinginan, miris rasanya.
biasanya anak seusia mereka akan ada di samping ayah dan ibu saat hujan seperti ini, berselimut untuk mencari kehangatan, tidak untuk mereka.
tak bisa ku bayangkan, seperti apa dinginnya berhujan-hujanan seperti itu. aku saja yang memakai payung tak tahan dingin ( dulu sich tahan dingin, sekarang mah gampang sakit aq-nya )
temanku memutuskan untuk memakai jasa ojek payung tersebut.
iseng aku bertanya beberapa hal pada anak itu.
Aku terharu plus sedih, ternyata anak itu masih duduk di bangku kls 6 SD. Seorang yatim dengan Ibu penjual gorengan dan Ayah tiri kuli bangunan dan seorang adik tiri. Saat-saat hujan seperti ini ia manfaatkan menjadi ojek payung untuk mencari penghasilan. dengan imbalan seikhlasnya ia cukup senang. Padahal hari senin besok UAS, dia lebih memilih menjadi ojek payung daripada harus belajar untuk ulangan, dia bilang dia akan belajar setelah hujan reda. saat ku tanya berapa penghasilannya sebagai ojek payung, ia menjawab
"kalau hujannya mulai jam 3 sore bisa dapat banyak, sampai delapan puluh ribu."
Hujan deras ia akan senang, karena ia akan dapat banyak rejeki. padahal manusia sering mengeluh dengan hujan yang sangat deras (termasuk aku).
yang membuat ku lebih terharu lagi saat aku bertanya kemana dia akan melanjutkan setelah lulus SD.
Ia menjawab kalau tadinya Ibunya akan memasukkannya ke Pondok Pesantren namun berubah pikiran dan akan memasukkannya ke SMP Negeri, dia juga ingin masuk SMK.
Bukannya aku tak setuju dia masuk SMPN, namun alasan dibalik tak jadi ke Pondok Pesantren lah yang membuatku sedih, biaya yang besar tentu saja jadi pertimbangan.
Andai saja Dana Pendidikan Gratis juga masuk Pesantren, pastilah anak seperti dia tak perlu memikirkan biaya yang besar untuk menimba ilmu agama yang lebih banyak dari pesantren.
Itu masih cerita dari satu anak saja, kurasa masih banyak anak-anak lain di Indonesia yang sama atau bahkan lebih tidak beruntung daripadanya.
aku juga teringat tadi juga ada seorang gadis kecil yang duduk dilantai, dia hanya memandang orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya. di tasnya kulihat setumpuk koran masih belum laku terjual, sedih melihatnya.
Beberapa bulan yang lalu pun aku juga bertemu dengan seorang anak kelas 3 penjual koran yang harus membantu ibunya yang penjual sayur di sebuah pasar. dia tidak pernah berpikir tentang belajar. bagaimana bisa? tentu saja. karena sepulang sekolah bukan buku yang ia pegang, melainkan koran. Ia akan pulang saat malam hari, dan akan bangun pukul 3 pagi untuk membantu ibunya ke pasar dan mengambil koran.
Pernah juga kutemukan seorang siswa kelas 6 yang seharusnya belajar untuk menghadapi ujian nasional, namun kenyataannya, dia memilih menjual koran padahal Ujian Nasional kurang seminggu lagi.
Hufth....entahlah.......tak tega rasanya melihat apa yang terjadi dengan mereka..........
Malu rasanya saat ingat kalau Um suka malas-malasan saat sekolah atau kuliah..... hehehehe........
Rabbi.......Engkau pemilik segala apa yang ada di dunia ini......... Um titip doa tuk mereka.......
Semoga mereka bisa mendapat kehidupan yang terbaik dan menggapai ridho-Mu........... Amiiinnn (Hiks....Hiks.....Um jadi menitikkan air mata.......)

Jumat, 18 November 2011

curhat q

Apakah cinta membuat orang terikat dan melupakan kodratnya sebagai makhluk sosial yang harus bersosialisasi dengan orang lain????
Apakah cinta membuat orang tidak sadar bahwa ia tidak hanya hidup berdua di dunia yang penuh dengan makhluk-Nya????
Jika Iya, aku tidak ingin memiliki cinta yang seperti itu.
Aku ingin punya cinta yang universal, tau mana yang hak dan mana kewajiban.
Dimana saling mengerti bukan hanya sekedar kata.
Aku ingin punya cinta yang tau dari mana ia berasal dan kemana ia kembali kelak.
bukan cinta yang harus slalu ada dimanapun dan kapanpun ia ada, mengikatku dalam jeratnya, dan tak tau bahwa..........................
manusia kan kembali ke hadirat-Nya